minggu pagi… kala matahari masih tersenyum malu-malu, kala gw masih mengemut bantal dan melanjutkan tidur setelah subuh, dengan bermimpi makan ketan Uli make pisang goreng (nyambung gak sih…?). gw dikejutkan dengan gedoran mesra di depan kamar … ah siapa nian, gerangan pagi-pagi menghampiri peraduanku yang sederhana ini. dengan sigap (taela…) gw koprol dan beranjak dari dari kasur, gw berjalan pelan tapi pasti, mencoba membuka pintu kamar…

eng…ing… eng,  didepan kamar, seorang pria kumisan dengan senyum nyengir kuda berbaju item-item berkata “Nonton Dangdutan yuk ” (*gak mungkiiiiin) eh maap ternyata, karena masih loading makanya gw salah denger. ternyata katanya “Pemeriksaan Kipem Pak”… waks gw kaget… kipem gw dah basi… setelah berdebat bentar, maen gapleh dan makan-makan, ternyata gw harus diarak ke banjar… karena gw setia kawan… tak lupa si Gonjet gw ajak serta, .. oh iya.. biar kompak ma pecalangnya, gw ikut-ikutan make baju Item. siapa tau bisa konser bareng….

Gw kemudian diarak pake mobil patroli menyusuri sepanjang jalan kediri, tak lupa kududuk di muka belakang, di samping pak kusir eh pecalang yang tersenyum manis, melewati patung kuda dan nyampe ke Banjar yang maap gw lupa namanya. Di banjar ternyata sudah ramai dan perhelatan akbar ini segera dimulai… setiap orang dipanggil satu-satu… disetrap didepan…

setelah menunggu sekitar setengah jam, sepoi-sepoi gw mendengar pecalang memanggil nama…

“Ferdi”

biasanya, beberapa orang sulit melapalkan nama gw, gw berpikir; ah mungkin ni pecalang salah melapalkan nama gw, dengan gembira gw maju kedepan, maju dengan tegap.. berharap penderitaan ini segera berakhir dan gw bisa kembali ke kosan.

“Fedri ya Pak “, tanya Gw.

“Ferdi ” Pecalang kemudian menunjukan KTP, gw melihat ke ktp, bedaaa…. .  ini kan bukan gw. “Bukan saya Pak” gw berbalik dan kembali ke tempat duduk. si pecalang berteriak makin kerasss “Ferdi…. yang mana orangnya nih “… tiba-tiba, seseorang  berjalan melambai-lambai mendekati Pecalang

“saya Ferdi pak”  jawab cowo yang melambai-lambai dengan kemayu… ternyata sodar-sodara yang namanya ferdi itu seorang bencong… ampyuuunn….

ternyata dia toh yang namanya “FERDI” tidaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkk… sorak-sorai bergembira, bergembira semua eh bukan, sorak-sorai  di ruangan mulai gaduh… beberapa orang mulai mengodai bencong yang hanya tersenyum malu-malu… sumpah gw malu banget… nama gw, nama yang gw anggap paling keren sedunia ternyata… tidaaak. si gonjet cuman ketawa-ketawa ngeliatin… siyalll… si pecalang ngeliatin KTP tu bencong trus bilang..

“Jenis Kelamin laki-laki” baca pecalang yang masih memakai pengeras suara, “Masih Cowok gak neh…” Geerrr tawa di ruangan makin riuh… gw ikutan ketawa, dalam hati sih ngedumel-dumel idiiih ngerusak nama ajah…..

akhirnya nama gw dipanggil juga, menyusul Gonjet. gw dikenakan denda Rp 50 rupiah karena diarak .Rata-rata denda dikenakan sebesar 50ribu rupiah… disertai wanti-wanti untuk segera membuat kipem… akhirnya gw pulangnya dengan langkah gontai dan di tertawakan gonjet sepanjang perjalanan. siyall…

missing the semicolon;

Qrueger