Beling 1
Kisah perjalanan yang tidak terduga ini diawali dari sebuah message YM dari team leaderku pada suatu hari yang sangat cerah ga ada orang yg kesamber geledek (kan orang2 dulu bilangnya ga ada angin ga ada ujan)

“Pan”, ketiknya menyapa.
“ya?”, ketikku menjawab.
“kamu klo beol duduk apa jongkok?”, dia bertanya.“hmm… biasanya sih duduk, tapi jongkok juga sudah veteran.”, jawabku, loh belum tahu dia klo aku yg punya lisensi OPP…
“ok, kamu lolos tes pertama, tapi bisa ga cebok ga pake air?” katanya lagi semakin misterius.
“hah ga pake air, pake tissue kan, siapa takut…”, wah, ini bakal dikirim ke luar nih kayaknya, pikirku saat itu.
“sip, klo gitu siap kan klo disuruh berangkat ke sydney, ntar kukabarin lagi…” akhirnya.
“HAAAAH… SYDNEY, ARE YOU SERIOUS?” pikirku sok inggris, tapi ga kuketik, aku jawab aja seperti ini “Yah siap-siap saja kok hehehe…”, kukira dia bercanda atau paling cuman tanya aja.

Oke oke, aku memang melebih2kan banyak cerita diatas…😛

Beling 2
Saat itu akhir bulan Juli, dan cerita selanjutnya adalah tentang aku yang kebingungan setengah mati soal persiapan keberangkatan yang terlalu mendesak. Agustus adalah bulanku, Leo adalah bintangku dan Nasi goreng adalah makanan favoritku… sekali dalam 5 tahun kita memperbarui KTP kita dan entah pertanda apa tahun ini terpaksa aku harus memperbarui KTP secara “virtual” yang ceritanya tidak etis untuk dijadikan konsumsi publik (aku bahkan mengirim contoh tanda tangan yang kubuat pake paintbrush!!!).

Tiket pesawat sudah terselip rapi dalam amplop, uang dollar yang merajai dunia kapitalis ini pun sudah tersimpan rapat dalam tas, Dokumen2 siap, traktiran ultah udah, laptop kantor fully loaded (sama zip2an), baju-baju oke (ke tokonya aja pulang pergi naik pesawat terbang, kurang sangar apa coba belum berangkat juga) tapi semua cerita perjalanan ini akan bakal terasa sia2 tanpa kehadiran sang buah hati, pujaan jiwa, sang pemberontak XSi, penguras rekening tabungan, the brand new EOS Digital, yang kupesan secara online dengan darah dan airmata dan akhirnya dengan SIM C yang sudah angus kukebut honda astrea tua LW untuk mengambilnya sendiri, eh sama Gonjet juga ding, dan dengan penuh kemenangan kuangkat paketannya tinggi, karena ga tau gimana cara bukanya… hasil karyaku dengannya akan menghiasi hari-hari dan halaman-halaman yg ga penting di blog ini…

Hari itu minggu tanggal 11 Agustus 2008, pagi-pagi buta sekali aku bangun dari peraduanku bahkan sebelum anjing-anjing didepan kos yang punya kepribadian ganda mengira diri mereka sebagai ayam jago terjaga dan segera bergabung dengan segerombolan geng motor yang mengguncang pagi jalanan kota Denpasar. Pagi itu dengan disaksikan Menteri Negara Pariwisata dan Kebudayaan, Bapak Jero Wacik, lebih dari 6000 orang (paling ngga sampai segitulah hitungan nomor punggungnya) dengan susah payah dan sia-sia mencoba mengejar manusia super (super freak) dari Kenya yang entah apapun yang dimakan pada malam harinya, sanggung berlari 10 kilometer dibawah 30 menit! Sementara aku sendiri harus puas disalip sama cewek jepang yg hot abis klo dilihat dari belakang di 200 meter terakhir mendekati garis finish, ampun ampun deh, nggaaa kuaaaat, awas low, tahun depan bakal kubiarin nyalip dari start low huehhehheh…

Dan malam harinya akupun terbang ke benua kangguru itu bersama Mr C (bukan vitamin C loh, serius, inisialnya emang cuman itu doang wkwkwk), mampir dulu ke singapura, udah jam 10.30 malam sebelum terbang lagi jam 12.30 nya… haaaah… lima puluh kali dua… cepek deeehh…

Waktu perjalanan total menjadi sekitar 8 jam, selamat tinggal Indonesiaku, aku pergi takkan lama, hanya enam minggu, aku pasti kembali, aku janji pasti kembali… kecuali ada yang mau bayarin hotelnya lagi ^_^

Beling 3
Sydney, keesokan paginya, sampai di UniLodge, semacam hotel apartment untuk mahasiswa, menunggu waktu check in, kita makan di Broadway Mall persis di seberang jalan (kayak dari annex 4 ke pepito aja sudah), suasana dan bangunan di Sydney yah mirip2 lah seperti yang kita lihat di TV apalagi kebetulan bulan ini masuk musim dingin, jadi dengan pohon2 yang berguguran, kelihatan bener klo kita sudah ada di negeri orang bule (yg klo aku pikir2 lagi padahal cuman sekitar 3 jam perjalan dari Ngurah Rai) tapi meskipun banyak orang Indonesia, negara kita kurang populer disini, terbukti di food court-nya yg dijejali stand makanan khas asia, ga ada stand makanan khas Indonesia, pada kemana nih orang padang… Wajah-wajah asia lainnya yang paling menonjol selain wajah2 asia timur adalah India dan Turki (tidak sulit menjumpai kios kebab di daerah2 makanan). Sore harinya kita sudah sampai di kantor client yang jaraknya cuman satu blok aja huahaha… nikmatnya dunia…

Dan minggu itupun sudah dimulai dengan pekerjaan rutin seperti biasa. Kebetulan aku dapet posisi duduk yg sama sekali kurang “strategis”, sudah taulah seperti apa itu, akhirnya seperti yg kita ketahui, YM ku selalu invisible supaya tidak tergoda untuk nge-chat dan mencemarkan nama baik blog ini, ta’ iye… hehehe… klo di Ina aku bisa switch ke bahasa nasional, disini mau ga mau terkurung dengan bahasa internasional, padahal aku kan masih level Goggle (calon nggak naik lagi…), hiks…

===============
Keterangan Foto
===============
(a) AOM Berfoto di Gate A16, keberangkatan ke Sydney dengan Singapore Airlines, sudah jam 11 malem pak… meskipun capek tapi tetap senyum, kejuuuu…

(b) AOM Bergaya di depan pintu keluar bandara Sydney… lihat tulisan di kaca itu, wah ga serius ini mr C yg poto hehehe, suuer aku ga lihat tulisannya, klo kelihatan paling juga kuketawain aja… ^_^