Ada sebuah fenomena yang jarang kutemui sebelumnya di kantor ini. Dari judulnya kamu pasti bisa menebak fenomena apakah itu, yup, Phobia BAB di kantor (buat kamu yg masih ga nyambung, BAB is an acronym for Buang Air Besar, atau dalam bahasa indonesia artinya Poooop…), ok, kita singkat saja gejala ini dengan sebutan OPP (Object n Procedural Programming eh… maksudnya Office Poop Phobia). Penulis akan mencoba menganalisa dengan menggunakan Unified Modelling Feeling untuk mencari tahu asal muasal dan penyebab sindrom ini and akhirnya mencoba memberi saran-saran yang mantap dan bermutu tinggi dengan standar konvensi TAY-One dan berlisensi Gila Pake Lama.

Nah, masalahnya adalah di kantor ini beberapa kawan memiliki phobia seperti itu, mereka lebih memilih untuk pulang dan buang hajat di kamar kos mereka tercinta. Aku heran aja, kenapa mereka ga merasa lebih baik membuang ampas badan di tempat lain daripada “mencemari” kamar sendiri… hehehe…

Berikut petikan wawancara penulis dengan beberapa pelaku OPP:
aok: Fed, ngapain sih orang ga suka bab di kantor
fed: ga gitu pan, klo bab di kantor rasanya gimanaaa gitu…

pada kesempatan lain
imm: pan, aku pinjem sepeda lagi ya
aok: bab di kantor aja napa…
imm: wkwkwk… (ketauan)

Dan mungkin lebih banyak lagi yg memiliki kecenderungan seperti itu. Padahal menurutku toilet di kantor ga jelek-jelek amat, ada semprotan berkecepatan tinggi yang rasanya geli, ada tisue toilet yang bisa ditarik sampe panjang buat ngelap, maaf, bokong, lengkap dengan wastafel dan sabun tangan. Di tempat kos padahal juga paling toilet basah yang, maaf, ceboknya, aku kan dah bilang maaf, masih pake gayung…

Nah, ada beberapa alasan yang bisa diterima seperti masih belum biasa pake toilet duduk, nah dengan BAB di toilet kantor ini, kita bisa sekaligus berlatih untuk BAB dengan posisi duduk yang sudah menjadi tren beol milenium, pada awalnya memang susah, penulis pun pernah merasakan pengalaman ini, tapi jika sudah biasa pasti akan ketagihan terus. Keuntungan dari BAB dengan duduk adalah klo ngelamun ga pake kesemutan… kerugiannya adalah kita tidak bisa melatih kuda-kuda dengan baik, tapi kurasa itu tidak terlalu penting kan. Penulis dan kalian pasti pernah merasakan toilet kering yang lebih parah yang ga ada keran sama sekali, hanya dikasih modal tisue gulungan aja… benar2 tidak manusiawi…!!

Penyebab kedua adalah kemaluan… ehm, maksud saya rasa malu pada teman-teman sejawat. Nah klo yang ini memang perlu modal muka tebal dan rasa cuek yang tinggi. Memang ini pasti terjadi pada semua orang termasuk penulis sendiri. Ada perasaan aneh yang membayangi ketika duduk melepas dorongan alamiah kita sambil menahan dentuman kentut dan berondongan gas2 liar yg melengking yang menurut perasaan kita akan bergema di seantero kantor dan membayangkan orang-orang yang sedang sibuk mengetik tiba-tiba hening dan menengong ke arah toilet yang bagaikan sedang diamuk badai, halilintar sambar menyambar, dan ombak berdebur-debur… lalu kita keluar dan semua mata memandang ke arah kita dengan pandangan yang penuh selidik mengikuti kita sampai ke kubikel kita hingga kita duduk dan terus merosot ke lantai… dan kalau itu benar2 terjadi so what..!! Who cares…!! itu sudah panggilan alam,

Nah berikut tips2 dari penulis yang sudah kehilangan rasa malunya:
Pertama: Percaya diri, ya aku bisa… tarik napas dalam2 sebelum pergi ke toilet ketika sudah ada dorongan2 di dalam perut… dan ucapkan tiga kali AKUUU BISAAA…. kalau perlu teriakkan dengan lantang, berdiri dengan cepat, dan berjalan dengan tegap ke toilet…
Kedua: Masuk toilet, buka celana, duduk, dan mbrojol dengan sekuat tenaga… jangan lupa pintunya dikunci dulu. Lebih baik lagi bila menyalakan exhaust terlebih dulu, suaranya akan mampu membenamkan ledakan nuklir dan jeburan bom atom anda…

Ketiga: bersihkan pantat anda dengan cara apapun yang paling anda sukai, pake lagi celana, cuci tangan, dan buang napas dalam2… tidak perlu pake sabun banyak-banyak karena itu malah menunjukkan klo anda habis buang ampas disana, cipratkan sedikit2 ke semua penjuru toilet jika acara anda hari itu sedang bau-baunya… oya diantara langkah pertama dan ketiga ini, anda boleh bernapas seperti biasa kok…
Terakhir: Berjalanlah kembali seperti habis diberi kenaikan DS, tidak perlu senyum2 manis kepada setiap orang yang anda lewati, biarkan orang lain merasakan aura anda semakin meningkat setelah menjalani ritual yang paling berharga dalam hidup itu

Jika anda sudah menerapkan hal diatas dengan baik, maka saya ucapkan selamat, anda sudah bebas dari sindrom OPP… selamat menjalani hidup baru… BAB lancar, badan pun sehat…

Salam dahsyat…
Bung Ehem Sianginangin