Ketika akal dipertarungkan dengan perasaan.
Akal berkekuatan ego, hati berkekuatan cinta.
Akal bersenjatakan pengetahuan, hati bersenjatakan kejujuran.
Akal bersikeras memperjuangkan idealitas, hati berjuang agar angan menjadi realitas.
Akal tak mampu terfokus karena bisikan hati yang tak kunjung henti, hati terpenjara oleh akal yang menguasai penuh gerak tubuh dan ucapan lisan.
Akal leluasa menyampaikan gagasannya ke luasnya alam, hati hanya mampu menuliskan kata-katanya pada polosnya raut wajah dan jujurnya sorot mata. (Namun siapa yang mampu mengejanya?)