Bedugul adalah nama dari daerah dataran tinggi yang terletak dibagian tengah dari pulau bali. yang karena letaknya itu, sehingga udara disana terasa sangat sejuk dan pemandangan yang masih natural, cocok untuk siapa saja yang ingin ber “refreshing”. Weekend kali ini team return false dan kawan kawan mengunjungi bedugul mumpung ada tumpangan mobil gratis :p
Rencana awal kami akan berangkat jam 7 pagi, tetapi memang dasar orang orang Indonesia yang tidak tepat waktu, akhirnya roda mobil berputar sekitar jam 11.30 dari arah kantor. Rasanya tidak yakin klo mobil tua keramat ini bisa menajak jalan yang akan kami lalui, tapi kesaktian mobil pijeman ini terbukti membawa 7 orang nekad kearah tujuan yang dari awal tidak seorang pun dari kami tau dimanakah bedugul itu.??

Bermodal kan peta dan wajah jelek yang emang dah bawaan lahir, kami pun menelusiuri jalan kearah utara menjauhi pantai kedataran yang lebih tinggi. Kemudi diambi alih oleh seorang anak padang kegemukan mantan sopir angkot dengan dibantu seorang navigator tidak berpengalaman yang baru saja dikeluar dari peradaban kuno yaitu botol kecap, mereka membawa 5 orang cecunguk anak manusia dari berbagai kalangan, ada tukang sabun yang ga laku2 dan beralih menjadi seorang programmer padahal dia berbakat menjadi penyanyi dangdut, ada lagi seorang jago koding yang tak kunjung kesampean menjadi photographer karean cman modal kamera hape, seorang kurus kerontang yang ngaku2 pembalap drift ternama padahal gw gak yakin bener adanya karena kencing dia aja blm lurus, seorang MLM sejati yang tujuan kebedugul adalah untuk mencari downline tuk memperluas network, dan satu org lagi yang ga perlu diceritakan karena ga penting!.


Sebelum kebedugul, kami menyempatkan diri dulu untuk ke alas kedaton, untuk berkunjung memenuhi undangan reuni keluarga salah satu dari 7 orang ndeso ini *siapa hayo ngaku..??*. Alas kedaton atau disebut juga holy forest adalah sebuah hutan kecil yang banyak didiami ratusan monyet dan nyemot yang tumbuh dan berkembang. Disini kita juga bisa melihat kuil alas kedaton dan juga hewan lain yaitu batman (kalong, kelelawar atau kasarnya kampret!!).


Perjalanan dilanjutkan ketujuan utama, kemudi berpindah tangan dari supir angkot kepada pembalap yang kencing aja belum lurus menuju Jalan nanjak dan nonjok, udara sudah mulai terasa segar dan pemandangan pun dihiasi oleh pohon pohon cemara, sawah sawah dan perkebunan, dan akhirnya sampai tujuan sekitar jam 2.30 WITA.


Salah satu objek wisata yang paling menarik dibedugul adalah danau beratan yang didalamnya terdapat pura ulun danu yang dihiasi dengan tanaman yang cantik sebagai penambah kelengkapan indahnya tempat ini ditambah dengan udara yang segar mengingatkan kami pada daerah puncak dijawa barat . Disini kita juga dapat menyewa sebuah perahu untuk mengelilingi danau yang berada 1200 meter dari permukaan laut, sayangnya karena keterbatasan dana dan wajah, kami tidak sempat untuk mecoba perkeliling danau dengan perahu, mungkin dilain kesempatan. Belum lengkap rasanya kebedugul jika tidak mencoba restaurant disekitarnya, kami pun makan siang disebuah restoran ayam bakar taliwang. Yang kata orang sok tau taliwang itu adalah ayam khas dari lombok *kemaren siapa ya yg ngomong*. Bagi yang ingin mencari oleh oleh untuk dibawa kerumah, dibedugul ada sebuah pasar tradisional yang klo ga salah sebut pasar traditional candikuning, salah satu oleh oleh yang banyak dijumpai adalah buah strawberry, memang kayaknya starwbery banyak ditanam didataran tinggi ini.


Kabut sudah menurun, hari mulai gelap, bulan mulai bersiap siap menampakkan diri, sekitar jam 6.00 kami pun bergegas menurun menuju kuta. Semula berencana untuk menginap sehari untuk merasakan segarnya udara akhirnya batal dikarenakan suatu hal yang ga jelas, yah.. mungkin dilain watu dan kesempatan kami akan berkunjung kembali dengan rencana yang lebih matang.

Sekian,

return false;