Hari ini, seorang kawan, sahabat, team leader, the most biggest person in the house, AR telah meninggalkan pulau Bali untuk menjalani hidup baru di tempatnya yang baru dengan damai. Mengenang jasa-jasa-nya marilah kita menundukkan kepala dan mengheningkan cipta sejenak atas berkurangnya orang yang akan mentraktir kita di Malioboro… mengheningkan cipta dimulai… selesai…

Perpisahan dengan AR sebenarnya, sebenarnya, dapat berlangsung dengan meriah sekalipun tanpa kembang api, setelah membuka kos sale di tempatnya om AA dkk, AR mendapatkan tambahan modal yang cukup lumayan untuk makan siang. Kasur, bantal, guling, lemari, sabun cuci, sikat WC, betadine, keranjang, bahkan paku-paku dan kunci inggris pun segera berpindah tangan, penulis sendiri berhasil mendapatkan matras puzzle dengan harga terjangkau setelah proses tawar-menawar yang alot selama 5 detik…

Penulis, IR, BA, SY, AM adalah orang-orang terakhir yang menjadi saksi kepergian AR. Dengan mobil terkeren sedunia kita mengantar AR hingga tempat keberangkatan domestik. Bagaikan seorang pembalap F1 profesional, IR menyalip sebuah sedan BMW di tikungan terakhir sebelum akhirnya mencapai loket masuk Bandara Ngurah Rai, kami pun tiba dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Setibanya di pintu masuk check-in kamipun berpisah dengan uraian airmata, peluk cium dan rangkulan penuh cinta orang-orang lain di sekitar kita, tapi bukan kitanya, kita sendiri sih cuman salam2an biasa.

Setelah andi masuk, dan kayaknya trolinya bakal mogok di tengah jalan soalnya rodanya agak macet, kita menunggu dengan tidak jelas selama beberapa menit, mungkin berharap AR bakal balik, bilang klo dia ga jadi pergi kayak di film2 dan nawarin tiketnya ke penulis… assikk, tetapi hal itu tidak pernah terjadi, penulis sendiri memanfaatkan waktu yang sangat berharga tersebut dengan mengawasi beberapa cewek2 berpotensi disitu, berpotensi nonjok maksudnya, yes, nggak rugi juga nganter AR, meskipun disitu kayaknya ga ada ruang buat mengamati pesawat yang take-off. Good Luck Sir! Until we meet again.

Seperti sebuah pepatah, arti sebenarnya dari seseorang tidak nampak pada saat kita berjumpa tetapi pada saat kita berpisah, dan itu bahkan sangat terasa lagi dengan lebih dari 600 megabytes file2 project yang diwariskan AR buat penulis… hyaaa…

Yap, akhirnya setelah 4 bulan berjuang bersama, satu persatu dari kita a.k.a Q12008 telah memilih, terpilih ataupun dipilihkan jalannya masing-masing. Salah satu dari dedengkot ReturnFalse pun, Senteleng Gonjet, hari senin depan sudah menempati cubicle-nya yang baru di gedung yang berbeda, bersama rekan-rekan seperjuangan WL dan FA, juga JA yang akan segera mengerjakan project baru. Entah siapa lagi yang akan menyusul, namun semangat persahabatan kita tidak akan pernah padam! Akan selalu kunantikan… saat-saat dimana aku bisa memesan ayam goreng dan ayam bakar gratis setiap 37 hari sekali dalam setahun, catet, g r a t i s…๐Ÿ™‚ tetapi mungkin selama beberapa saat rasanya akan aneh jika beberapa bangku di Annex4 ini kehilangan penghuninya, aku curiga beberapa saat lagi di blog ini akan muncul cerita-cerita horor tentang Hantu PC Kosong.

Seperti dalam lirik sebuah lagu, jangan mengganggap saat berpisah sebagai saat mengucapkan selamat tinggal, tetapi anggaplah sebagai saat kita terbang ke masa depan yang lebih baik, hingga ketika tiba di usia kita yang ke 25 tahun 30 tahun, suatu saat mungkin kita akan bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda-beda. Jangan lupa, dimanapun anda berada nantinya selalu tune-in di blog ReturnFalse…

Selamat Jalan, Good Bye, Sayonara, Au Revoir, Happy New Year, Happy Birthday…