Sabtu pagi, udara begitu cerah, dan langit begitu indah… berawal dari istirahat makan siang, pas lagi kongkow-konkow, tercetus ide untuk mengarungi berantara bali, awalnya idenya adalah memakai sepeda motor menyusul si amroe dan si imam yang akan melakukannya hari ini. Beberapa orang yang lain ingin ikutan juga. dikarenakan jumlah orang yang ingin ikut lumayan banyak akhirnya dicetuskan ide oleh Ridlo untuk memakai mobil. dengan alasan bisa memuat orang lebih banyak dan kalo ingin nginap bisa nginap di mobil…

mulailah perjalanan dilakukan dengan merental sebuah mobil kijang kapsul, setelah mencari kesana-kemari. anggota yang ikut adalah semua level eksekutif Return False (Fedri, Arkofmind, Gonjet) dan satu anggota kehilangan kehormatan Celathu(Ngamroe), Orang Paling bahagia Se-Mitrais (Imam), dan pembelot kost, Ahmad Dhani eh Ahmad Dian. Perjalanan dilakukan dengan empat orang mengendarai mobil. Sedangkan amroe dan Imam telah melakukan perjalanan terlebih dahulu pada pukul 4 sore.

Perjalanan dengan mobil dimulai pada pukul 5 sore lebih dikit. driver pertama pada perjalanan pertama adalah Bung Topan(Arkofmind). kira-kira jam 7 semua tim telah berada di Bedugul… setelah bertemu di pos pertemuan pertama yaitu mesjid Al Hidayah di Bedugul. semua kru berkumpul di area candi kuning… dan seperti pasangan-pasangan lainnya, semua kru melakukan aktifitas yang biasa dilakukan pada malam minggu… yaitu bermain poker.. permainan poker berlangsung cukup seru dan kekalahan silih berganti menimpa masing masing kru… kekalahan terbesar di angugrahkan kepada orang paling bahagia se-kantor yaitu Imam Ahmadi dan Topan… malam semakin larut diiringi lagu Rhoma Irama… Hujan Duit… yang diputar disalah satu lapak di area parkiran candi kuning…

jam 11 malam, akhirnya kita terusir dengan paksa dari pelataran parkir candi kuning oleh penjaga dikarenakan area ini akan ditutup dan penjaganya akan pulang kepelukan istri dan anak-anaknya. Kedinginan, pulsa cekak, bensin menipis. dan tanpa arah tujuan, membuat tiap-tiap kru mencari solusi dimanakah kepala-kepala ini akan direbahkan… Setelah berdebat dan mencari penginapan yang kosong kesana-kemari di sekitar area bedugul, akhirnya diambil keputusan untuk malam ini juga harus sampai di singaraja… dengan pertimbangan, kita akan menginap di pantai… beratapkan langit dan berselimutkan bintang… posisi imam pindah kedalam mobil dengan pertimbangan si amroe akan lebih mudah mengendarai motor tanpa membawa dosa seseorang dibelakangnya.

perjalanan terasa panjang… dibawah kegelapan malam dan tikungan-tikungan tajam yang seakan-akan tak berujung setiap kru seakan-akan asik dengan pikiran jorok masing-masing… sedangkan si imam sudah mencuri start duluan dengan terlelap tanpa celana eh dosa kursi tengah mobil. Arah tujuan kami pasti… Singaraja… Perjalanan ke Singaraja cukup mencekam dimana tanjakan dan tikungan tajam menanti dan jurang kiri kanan yang menganga, posisi pengemudi masih dipegang oleh Topan. kosentrasi tinggi dan pengalaman bertahun-tahun menjadi programer membuktikan bahwa si topan adalah seorang lelaki(lho..lho.. gak nyambung yah) jam menunjukan pukul 1 pagi ketika sampai di singaraja, kami berkeliling Singaraja tanpa tujuan yang jelas… hanya ingin mencari tempat untuk berhenti dan tidur… akhirnya tercetus ide untuk mencari mesjid… mesjid terdekat berada di kampung bugis. suatu daerah yang terletak di tengah kota Singaraja setelah menemukan mesjid, mesjid ini penting sebagai tempat beribadah dan kamar mandi gratis(huehehehe). kami berharap agar segera mencari tempat untuk dapat melepaskan kantuk yang semakin menghinggap… dan Imam masih terlelap. setelah bertanya kesana-kemari dimanakah letak pantai… ternyata cukup sulit ini dikarenakan menurut anggapan kami pantai di singaraja seperti pantai-pantai di kuta dimana melewati jalan utama, namun ternyata pantai-pantai di Singaraja masuk jauh kearah perkampungan.

kami akhirnya tiba di sebuah pantai di pinggiran kota Singaraja yang pada akhirnya diketahui bahwa itu adalah pantai Kerobokan. para kru tiba di pantai pada pukul hampir jam 2 pagi… si amroe dan imam memutuskan untuk tidur diluar, sedangkan kru lainnya memutuskan untuk tidur di dalam mobil… namun sekitar setengah hingga sejam… ketika sebagian kru hampir terlelap… amroe dan imam dihampiri orang dua orang yang mengendarai motor dan memakai baju adat yang ternyata adalah pecalang(Seperti Polisi Adat)… yang menyuruh kami untuk segera pulang… apakah kami diusir ??… setelah menunjukan ktp dan argumentasi yang cukup alot … akhirnya pecalang memutuskan kami boleh menginap di pantai dengan syarat apabila ada hal-hal yang mencurigakan harap dilaporkan…

Namun pada malam hari sebagian besar kru sulit tidur, banyak motor dan kendaraan bolak-balik di sekitar pantai yang umumnya adalah pecalang yang berjaga-jaga.. kami mengkhawatirkan adanya pengusiran kembali dan kemungkinan berujung pada diarak-arak sekampung dengan telanjang dan dikawinkan dengan gadis-gadis tercantik(huhehehehe) anak kepala desa… akhirnya diputuskan bahwa rombongan mobil akan meninggalkan lokasi pada saat subuh tiba. Sedangkan kru yang mengendarai motor ingin melakukan sholat subuh di pantai dan menikmati sunrise di pantai kerobokan.

tepat pukul 4.30 waktu setempat kru yang memakai mobil… melanjutkan perjalanan dengan terlebih dahulu sholat subuh di kampung bugis…posisi pengemudi dipegang oleh Fedri dengan mengumpulnya sisa-sisa nyawa yang tersisa(masih ngantuk banget). Sedangkan Si amroe dan Imam tetap tinggal di Pantai Kerobokan untuk menikmati sunrise di Kerobokan

suasana kota singaraja pada minggu pagi sangat menyenangkan… banyak aktifitas lari pagi yang dilakukan oleh warga singaraja. baik dari anak kecil hingga orang dewasa…

Perjalanan berikutnya adalah melihat sunrise di Lovina, sempat nyasar ke arah selatan dikarenakan salah mengambil belokan, dengan berbekal kompas petunjuk arah solat kami kembali menemukan arah tujuan lovina. pantai lovina pagi itu sangat ramai… banyak orang yang telah berenang saat matahari mulai muncul. yang ternyata memang ada upacara… pantai lovina dikarenakan terletak di utara… pantainya cukup tenang, dan bening namun sayang tidak berpasir putih… Pantai Lovina terletak sekitar 9 Km sebelah barat kota Singaraja, ini merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Bali Utara. Wisatawan baik asing maupun lokal banyak yang berkunjung ke sana, selain untuk melihat pantainya yang masih alami, juga untuk melihat ikan lumba-lumba yang banyak terdapat di pantai ini. Dengan menyewa perahu nelayan setempat, kita dapat mendekati lumba-lumba.

oh iya buat sekedar informasi jika kamu ingin melihat lumba-lumba di lovina kamu harus merogoh kocek sebesar 50.000 rupiah perorang.. dan gosipnya itu hanya sekali jalan… kalo mo balik nambah lagi kalo enggak, lo bakal diceburin kelaut untuk jadi santapan lumba-lumba.. hiiii

Perjalanan berikutnya dilanjutkan ke air terjun Git Git. Posisi pengemudi harus diambil alih kembali oleh Topan di tengah perjalanan dikarenakan Fedri dalam kondisi separoh napas(ngantuk banget)… Perjalanan kembali dilanjutkan. Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk.Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air terjun dan kicauan burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu pula tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana damai dan alami. Menjelang siang semua kru melanjutkan perjalanan ke Bedugul untuk amakan siang, membeli oleh-oleh dan kemabli Ke Kuta.

Menjelang Dzuhur kami tiba di pasar Bedugul dan membeli oleh-oleh strawberry.. oh iyah buat sekedar informasi bahwa jika kalian ingin membeli strawberri untuk oleh-oleh maka dianjurkan untuk membeli di pasar bedugul. dan usahakan membelinya di bagian dalam pasar. selain lebih segar, dan lebih banyak serta harganya juga murah. dan jangan segan-segan untuk meminta bonus satu kotak strawberri kecil. rata-rata harga strawberi adalah 5000 rupiah untuk satu kotak sedang.

kendaraan kemudian diambil alih oleh Fedri yang telah kembali segar dan menjadi pengemudi yang baik untuk dirinya sendiri namun tidak untuk kendaraan-kendaraan yang lain. sekitar jam 2 siang semua kru telah sampai di Kuta. dan perjalanan yang penuh petualangan ini berakhir… tetapi jangan khawatir akan ada petualang-petualangan lainnya… next adventure is….

Return False;